">
Indoktrinasi
Tak kusangka, sudah setua ini hidupku masih mengalami indoktrinasi. Semasa sekolah dan kuliah dulu, pikiranku diisi dengan Pancasila (anak sekolah sekarang konon banyak yang tidak hafal, apalagi paham maknanya), wawasan kebangsaan, dikasih penataran P4 100 jam juga. Entahlah bermanfaat atau tidak. Sekarang yang berperan mekanisme pasar bebas, jadi Pancasila sudah obsolet bagi sebagian orang.
Pagi ini ada indoktrinasi lagi dari pengamen bus ibu kota. Pengamen setiap hari boleh beda, tapi lagunya itu-itu saja. Ingin sih pakai earphone, tapi pasti tembus. “Ah, namanya juga cari makan,” begitu pasti kata banyak orang. Ya, urusan perut memang selalu bisa jadi pembenar dalam hidup bermasyarakat berkeadilan sok sial sekalipun.
on August 27th, 2008 at 8:15 am
sama dengan pengemudi angkutan umum yg ngetem ato brenti sembarangan… giliran digebrak, alesannya demi nafkah keluarga.
hhhh cari nafkah kok dng nyusahin orang laen?
on August 27th, 2008 at 1:16 pm
doktrin waktu kepepet biasanya ga tahan lama kok apalagi disambi ngantuk-ngantuk, doktrinnya bubar jalan