tragedi burung merah
Rasanya sudah tiga minggu burung merah itu tersungkur di sangkar. Sangkar di luar pagar depan Mapolda Metro Jaya, yang selalu ramai dilintasi pedestrian dan pengguna angkutan umum yang hendak berpindah moda. Aku tidak tahu sejak kapan persisnya bidang tanah di luar pagar Mapolda itu dilengkapi dengan sejumlah sangkar berisi burung dan ayam hias, juga tidak tahu kapan mereka diberi makan, juga tidak tahu kalau-kalau ada petugas khusus untuk merawat mereka.
Pernah kulihat seorang pengamen tak bergitar mendatangi salah satu sangkar berisi seekor burung merah, memanggil dan mengelus-elus paruhnya. Si burung tanpa ragu mendekat, mungkin kawan lama.
Dan minggu ini, dua minggu lebih setelah aku mengabarimu tentang si burung mati, belum ada seorang pun yang mengambil tubuh mungil merah yang kini sudah jadi bangkai. Posisi burung masih sama, tersungkur mencium lantai sangkarnya sendiri.
on August 14th, 2008 at 1:43 pm
kasian

–
on August 14th, 2008 at 5:56 pm
wah kasihan amat itu burung, padahal di belakangnya markas polisi khan ?
– betul, tidak terendus..