Sopir A****g
“A****g!” maki seorang pengendara Honda City hitam ke arah bus kota yang memotong lintasannya. Bus yang seharusnya berjalan lurus untuk mengambil antrean masuk tol dalam kota di gerbang Cawang, memang sempat berlama-lama di lajur kiri untuk mengangkut limpahan penumpang yang berganti moda dari kereta api Jabotabek. Akibatnya, bus harus memotong lajur untuk tetap bisa masuk ke jalan tol. Hampir setiap hari, sepanjang hari, selalu begitu.
Di dalam bus, penumpang harus berdesakan karena bus yang beroperasi memang jarang, padahal mereka semua ‘mengejar waktu’. Sopir dan kondektur dicerca penumpang dan dikatai serakah, karena menjejalkan penumpang. Sopir dan kondektur dicaci pengemudi kendaraan lain, karena menyetir tidak tahu aturan. Sopir dan kondektur mungkin ditegur pengusaha angkutan kalau setoran kurang. Ongkos naik, setoran naik, tapi kondisi bus tetap tak laik.
Andai sistem setoran untuk angkutan umum diharamkan, niscaya sopir malas ugal-ugalan. Tidak ada lagi “sopir a****g”.

on August 11th, 2008 at 6:20 pm
semuanya pengen cepet2: cepet nyampe tujuan, cepet dpt setoran, dll….
ribet deh
– cepet kaya, cepet masuk sorga, hehe
on August 11th, 2008 at 7:43 pm
ntar kalau sopir sudah tidak a****g lagi, jadi apa dong? a*u?
btw, kadang penasaran pengen juga ngeliat isi otak para sopir angkutan umum yang njengkelin gitu… warnanya apa ya?
– kayaknya hijau duit yang tidak sewangi hijau daun suji deh..
on August 13th, 2008 at 9:50 am
dan bila kita jadi sopir bus itu, pasti punya perilaku yang sama…jadi, buat apa ngamuk2 ngatain mereka ya?
– kejar setoran bikin lupa daratan..