apa yang kaupikirkan saat berjalan kaki?
Kadang aku penasaran dengan isi kepala orang-orang yang berpapasan denganku di jalan. Seperti mereka yang melewati trotoar dan pelataran parkir con-block dalam perjalananku melangkah selama 20 menit pagi ini. Lewat ekspresi wajah, aku berusaha menebak perasaan mereka, baik yang tergesa-gesa, yang duduk-duduk, yang berdiri mematung sekadar memandangi orang lewat (ah, wajah segar dan tubuh wangi baru mandi!) sampai yang tengah menjalankan ibadah, kalau memang bekerja bisa disebut sebagai ibadah. Semuanya sia-sia saja. Aku bukan cenayang yang bisa menebak kelebat hati dan pikiran orang lain, meskipun ada kalanya aku ingin. Mungkin aku yang tinggi hati. Jangankan milik orang lain, milikku sendiri saja sering tak kumengerti.
on July 23rd, 2008 at 4:07 pm
saya kadang mikirin gimana caranya ngajakin berantem trus menang sama yang bawa motor di trotoar, mereka tuh kelewatan banget!
– waa.. sama, sering dikagetin klakson en senggolan motor yak..
on July 25th, 2008 at 3:16 pm
yang jelas aku tau apa yang kau pikirkan waktu sedang jalan tadi pagi, yaitu menebak2 pikran sesama pedestrian
ya kan?
– iya.. ngaku aja dah..
on July 29th, 2008 at 12:56 pm
hai..mpoookkk..apakabar?
– baik, pitik.. semoga baik juga
on August 4th, 2008 at 6:20 pm
eh kok sama ya… aku juga sering menebak apa yang ada di benak mereka….
parahnya aku sering berprasangka: jangan-jangan orang ini habis berkelahi dengan suaminya (mukanya jutex abiz)…
atau, ah, pasti ini orang abis menghabiskan waktu dengan selingkuhannya (habis orangnya cengar-cengir sih).
hehehe… aya-aya wae
– hehe, imajinasi tingkat tinggi. sekadar ngilangin kejemuan di jalan kok..