">
Mobile Phone Memang untuk yang Mobil
Di mikrolet M-19 sepanjang Jalan Kalimalang malam itu. Gadis di sebelah kiriku mendengarkan musik sambil memegang hp. Wanita di depannya sibuk menelepon dan ber-SMS. Pria di sebelah kananku sibuk menelepon, ber-SMS dengan hp, diselingi mengetik pada Communicator-nya. Sementara itu, pria di depanku sibuk ber-SMS. Mikrolet terus melaju. Sampai pada suatu momen ketika getar hp-ku sendiri mengagetkanku. Panggilan masuk. Di luar terdengar suara tabrakan kendaraan, entah apa dengan apa. Lengkaplah sudah drama satu babak itu. Komedi manusia modern yang seakan-akan tak pernah ingin hilang kontak dengan manusia lain ‘di ujung sana’, sehingga kerap tak tahu, dan tak ingin tahu, apa yang berlangsung di depan matanya.
on July 4th, 2008 at 12:25 pm
dan cuma di Indonesia yg getol
– soalnya di negri lain gak ada mikrolet?
on July 6th, 2008 at 11:37 am
Mending kehilangan pacar daripada kehilang koneksi internet dan gprs.
Pacar bisa dicari, tp kl internet dihapus dari muka bumi ini, huhhh….bisa kelabakan gw. Virus internet tlah mrasuki jiwaku yg damai
– wadu? moga2 virusnya nggak bikin kanker…
on July 7th, 2008 at 4:13 pm
MpokB, kenapa gag pake nama StevieB saja
Blh tau gag, apa sich arti kelebat pedestrian itu??
Trim’s ya sebelumnya…
– apa saja yang berkelebat di kepala seorang pejalan kaki :). stevie b? waks!!
on July 15th, 2008 at 4:41 pm
ganti jadi mikrolet phone