Stres Akibat Menunggu
Menurut sebuah film dokumenter yang kutonton, hasil penelitian menunjukkan seseorang akan mulai mengalami stres setelah menunggu lift selama 30 detik, terutama jika dia tidak tahu lift mana yang akan lebih dulu terbuka. Kupikir, kondisi serupa bisa berlaku ketika kita tengah menunggu kendaraan umum.
Headway atau jarak kedatangan antara dua bus Transjakarta koridor Blok M - Kota masih terbilang kecil untuk ukuran menunggu. Penumpang masih bisa menunggu dengan nyaman. Di koridor lain (aku baru mencoba tiga koridor) panjang headway itu bervariasi.
Aku jadi ingin tahu, seperti apa hasil penelitian kejiwaan para calon penumpang kendaraan umum di Jakarta. Untuk bus yang berjalan di busway, mungkin -hanya mungkin- tingkat stres mereka tidak begitu besar. Tapi, untuk rute-rute selain busway? Sering kali penumpang harus menunggu lebih dari setengah jam untuk mendapatkan bus yang diinginkan. Sungguh tidak baik bagi kesehatan jiwa ![]()
on July 10th, 2008 at 3:21 pm
Aku jarang sekali naik bus. tp berdasarkan pengalamanku bbrp hari lalu menunggu bus itu menjengkelkan. dr ciputat mau ke Mangga Dua, Nunggu busnya 30 menit, krn macet dipasar ciputat. Udah hbs rokok satu btg dan teh botol 1 biji, bus lom juga nongol. akhirnya gag sabaran. Naik taksi. Drpd menyiksa diri, stress, sumpek, mendingan naik taksi. (klo pas gag punya uang, repot juga naik taksi, bisa bangkrut isi kantong)