Lebih baik untuk pengamen
“Reseh amat sih, sudah penuh begini masih disuruh geser? Yang disuruh geser yang di sebelah saya, dong!” gerutu seorang gadis yang berdiri di lorong bus patas. Patas, singkatan dari “tempat terbatas”, sekarang sudah tidak punya arti apa-apa. Kejar setoran berarti, para awak bus harus menjejalkan penumpang. Juragan bus kota tidak mau tahu kalau-kalau setoran kurang. Aku tidak bisa menyalahkan awak bus. Malah kadang terbersit keinginan untuk membayar lebih dari tarif biasa, supaya mereka tidak perlu menyiksa penumpang karena harus kejar setoran. Masalahnya, awak bus kota bukanlah pengemis yang mengharapkan sedekah, apalagi ingin dikasihani. Aku juga tidak rela kalau uang itu akhirnya jatuh ke tangan juragan yang ingin dapat untung besar dengan ongkang-ongkang kaki. Lebih baik kuberikan pada pengamen yang pandai bernyanyi.