kelebat pedestrian

March 11th, 2008

"> Candu   

Posted by mpokb in Uncategorized

Di era rekayasa genetika dan internet ini, kalau aku tidak nimbrung soal pocong, hantu, kuntilanak dan demit lainnya, mungkin aku akan dianggap “katro” dan “nggak gaul”. Untung saja aku punya obat sendiri untuk mencegah pusing akibat omongan orang. Yang kini harus kulakukan adalah menerima cara orang lain untuk mencari candu kehidupan. Buat sebagian orang, pocong, kuntilanak adalah candu pengobat, ketika mereka tidak nyaman memakai candu lain. Oh ya, Minggu kemarin aku nonton “Into the Wild”. Di sana ada adegan yang memperlihatkan selangkang lelaki dan dada perempuan semata sebagai keindahan. Entah apa pendapat pecandu lain kalau melihatnya. Mungkin buat mereka pocong yang diracik dengan teknologi jauh lebih menarik dan manusiawi. Yah, teknologi memang alat ajaib yang bisa membuat lambat jadi laju, kerut jadi halus dan busuk jadi wangi.

March 11th, 2008

"> Ilusi   

Posted by mpokb in Uncategorized

“Hanya perlu KTP, Mbak,” ujar gadis manis itu sambil mengulurkan brosur. Kuucapkan terima kasih sambil mengangguk dan terus berjalan. “Undangan untuk melakukan kejahatan”, istilah yang kudengar di “60 Minutes”, terhampar di mana-mana dengan berbagai iming-imingnya. Ada satu pihak yang ingin mendapat uang dari modal yang dibungakan, meminjami uang sehingga kita merasa seakan-akan mampu membeli sesuatu, padahal tidak. Dan di mana-mana, ilusi selalu menuntut harga yang tinggi.

  • Monthly

  • Meta

    • Subscribe to RSS feed
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe to Atom feed
    • Powered by WordPress; state-of-the-art semantic personal publishing platform.
    • Firefox - Rediscover the web