kelebat pedestrian

July 23rd, 2008

apa yang kaupikirkan saat berjalan kaki?

Posted by mpokb in Uncategorized

Kadang aku penasaran dengan isi kepala orang-orang yang berpapasan denganku di jalan. Seperti mereka yang melewati trotoar dan pelataran parkir con-block dalam perjalananku melangkah selama 20 menit pagi ini. Lewat ekspresi wajah, aku berusaha menebak perasaan mereka, baik yang tergesa-gesa, yang duduk-duduk, yang berdiri mematung sekadar memandangi orang lewat (ah, wajah segar dan tubuh wangi baru mandi!) sampai yang tengah menjalankan ibadah, kalau memang bekerja bisa disebut sebagai ibadah. Semuanya sia-sia saja. Aku bukan cenayang yang bisa menebak kelebat hati dan pikiran orang lain, meskipun ada kalanya aku ingin. Mungkin aku yang tinggi hati. Jangankan milik orang lain, milikku sendiri saja sering tak kumengerti.

July 4th, 2008

"> Mobile Phone Memang untuk yang Mobil   

Posted by mpokb in Uncategorized

Di mikrolet M-19 sepanjang Jalan Kalimalang malam itu. Gadis di sebelah kiriku mendengarkan musik sambil memegang hp. Wanita di depannya sibuk menelepon dan ber-SMS. Pria di sebelah kananku sibuk menelepon, ber-SMS dengan hp, diselingi mengetik pada Communicator-nya. Sementara itu, pria di depanku sibuk ber-SMS. Mikrolet terus melaju. Sampai pada suatu momen ketika getar hp-ku sendiri mengagetkanku. Panggilan masuk. Di luar terdengar suara tabrakan kendaraan, entah apa dengan apa. Lengkaplah sudah drama satu babak itu. Komedi manusia modern yang seakan-akan tak pernah ingin hilang kontak dengan manusia lain ‘di ujung sana’, sehingga kerap tak tahu, dan tak ingin tahu, apa yang berlangsung di depan matanya.

July 2nd, 2008

polisi dan roller blade

Posted by mpokb in Uncategorized

Baru pagi ini kulihat ada polisi lalu lintas pakai roller blade, lengkap dengan helm-nya. Ide yang bagus. Selain untuk mobilitas jarak dekat, roller blade akan memaksa pak atau bu polisi berolahraga. Minimal, membantu memperbaiki citra polisi yang gesit dan sehat. Asal gizinya cukup, yak?

June 26th, 2008

Industri Demo

Posted by mpokb in Uncategorized

+ Kok aneh, ya, jam 9 malam hari kerja, ada yang main petasan? Di dekat mal pula?

- Itu bukan petasan, tapi tembakan. Katanya ada kerusuhan.

+ Kerusuhan? Kayaknya tadi tenang-tenang saja.

- Yah.. Yang rusuh ya rusuh, yang tenang ya tenang.

+ Lantas?

- Ya masuk tipi, masuk koran. Jadi berita.

+ Oh.. Jadi demo itu mutar roda ekonomi juga yak?

- Dibikin industri juga bisa. Mau demo apa?

PS : industri demo belum bisa menghasilkan produk yang kasatmata, tapi konon perputaran uang di sana sampai miliaran. siapa bilang mahasiswa goblok?

June 25th, 2008

Apaan sih?

Posted by mpokb in Uncategorized

+ Oh, jalannya ditutup satu jalur, soalnya polisi antihuru-hara pulang jalan kaki

- Bikin macet

+ Katanya tadi ada yang bakar-bakaran

- Oh

+ Sebetulnya tadi itu demo apa sih?

- Ya, seperti biasa lah

+ Itu tadi demo atau tawuran?

- Nggak tahu

+ Mestinya kalau belum puas tawuran, nggak usah lulus sekolah. Puas-puasin waktu masih kecil yak

- Kali

+ Jadi, sebetulnya demo itu tadi demo apaan?

- Tahu. Kayaknya sama lah sama yang udah-udah

+ Apaan?

- Sama ya sama. Bodo ah! Tidur sono lu! Gua capek kerja seharian, tahu! Udah tahu macet gini masing rese aja lu!

May 16th, 2008

Yang Paling Sesuai (?) yang Bertahan

Posted by mpokb in Uncategorized

Banyak orang mengartikannya sebagai ”yang paling kuat yang bertahan”. Padahal kalau kita mencermati evolusi makhluk hidup sepanjang sejarah, kelestarian satu spesies belum tentu karena dia kuat, melainkan karena mampu beradaptasi mengikuti perubahan. “Yang paling sesuai (?) yang bertahan”.

Oh ya, syarat hidup yang tidak berubah setelah evolusi jutaan tahun adalah kebutuhan tidur manusia sebanyak 7,5 - 8 jam. Manusia adalah satu-satunya mammalia yang senang mengurangi jumlah tidurnya sendiri. Tubuh yang tidak pernah siap untuk itu, mengartikannya sebagai stres. Sekarang aku tidak mau lagi mengurangi jatah tidur.

May 16th, 2008

Stres Akibat Menunggu

Posted by mpokb in Uncategorized

Menurut sebuah film dokumenter yang kutonton, hasil penelitian menunjukkan seseorang akan mulai mengalami stres setelah menunggu lift selama 30 detik, terutama jika dia tidak tahu lift mana yang akan lebih dulu terbuka. Kupikir, kondisi serupa bisa berlaku ketika kita tengah menunggu kendaraan umum.

Headway atau jarak kedatangan antara dua bus Transjakarta koridor Blok M - Kota masih terbilang kecil untuk ukuran menunggu. Penumpang masih bisa menunggu dengan nyaman. Di koridor lain (aku baru mencoba tiga koridor) panjang headway itu bervariasi.

Aku jadi ingin tahu, seperti apa hasil penelitian kejiwaan para calon penumpang kendaraan umum di Jakarta. Untuk bus yang berjalan di busway, mungkin -hanya mungkin- tingkat stres mereka tidak begitu besar. Tapi, untuk rute-rute selain busway? Sering kali penumpang harus menunggu lebih dari setengah jam untuk mendapatkan bus yang diinginkan. Sungguh tidak baik bagi kesehatan jiwa :D

May 12th, 2008

Takut

Posted by mpokb in Uncategorized

Isu-isu meresahkan terus bermunculan, mempermainkan ketakutan laten manusia dan mewujudkan momok dalam bentuk setan pikiran. Memang lebih mudah mencocok hidung orang-orang yang ketakutan. Takut lapar, takut miskin, takut mati. Takut tidak jadi siapa-siapa. Sungguh gambaran kelas menengah yang serba tanggung dan menyedihkan. Memalukan.

May 8th, 2008

"> Pencapaian Terpenting   

Posted by mpokb in Uncategorized

Pria itu berdiri, bersiap-siap turun dari bus dan menyerahkan tempat duduknya pada seorang gadis yang sejak tadi berdiri. Rasa lega dan bersyukur terbayang di wajah si gadis. Turunnya satu penumpang berarti peluang mendapatkan giliran duduk. Turunnya satu penumpang adalah kegembiraan bagi penumpang lain. Mungkin hidup pun demikian. Semasa hidup, kita disibukkan dengan membuat pencapaian-pencapaian, sehingga kita melupakan sebuah kemungkinan bahwa jangan-jangan pencapaian kita yang terpenting sepanjang hidup adalah mati, sehingga memberi kesempatan pada yang lain untuk hidup.

May 4th, 2008

"> MYOB - Mind Your Own Body   

Posted by mpokb in Uncategorized

Ini sudah waktunya memotong rambut, tapi aku enggan ke salon. Bukannya tidak mementingkan perawatan, tapi aku lagi malas ditawari cat rambut. Aku setuju dengan kosmetik wajah, tapi belum bisa menerima cat rambut. Rambutku baik-baik saja, tapi kata mereka aku kuno.

Katakan, apa yang lebih menyebalkan ketimbang dikritik terus-menerus tentang penampilanmu?

Next Page »
  • Monthly

  • Meta

    • Subscribe to RSS feed
    • The latest comments to all posts in RSS
    • Subscribe to Atom feed
    • Powered by WordPress; state-of-the-art semantic personal publishing platform.
    • Firefox - Rediscover the web