
Di tengah serbuan toko atau warung modern yang menggunakan sistem waralaba, masih ada toko yang merupakan “usaha berasas kekeluargaan”, yaitu koperasi. Cukup mengherankan bagiku, di Ibu Kota Jakarta, koperasi warga ternyata masih ada. Dulu, di Kelurahan Grogol, Jakarta Barat, ada sebuah koperasi warga yang cukup besar. Koperasi yang berlokasi di Jalan Muwardi 1 itu dinamai “Waserba”, singkatan dari “Warung Serba Ada”. Sayang sekali, menurut seorang sepupu, koperasi itu sekarang telah berubah menjadi toko waralaba.
Toko Koperia (Koperasi Warga Gandaria) di Jalan Radio Dalam ini mengingatkanku pada koperasi di Grogol itu. Dulu, Simbah yang pengurus koperasi suka mengajak para cucu berbelanja ke sana. Anak-anak yang belum paham beda koperasi dengan toko biasa, senang saja diajak jalan-jalan. Apalagi di sana banyak cemilan. Menakjubkan, karena yang kukenal di masa kecil hanyalah koperasi murid di sekolah dasar.
Koperasi tetap bertahan di lingkungan perusahaan, termasuk di tempat kerjaku. Tapi, baru tahun ini aku mendaftarkan diri sebagai anggota. Banyak yang mengira aku mau mengambil pinjaman, namun sedikit yang tahu bahwa bergabung ke dalam koperasi karyawan buatku adalah sebuah resolusi yang tertunda.

Berbagi